Tag Archives: contoh entrepreneur

Seminar, Training dan Bedah Buku Revolusi Pasang Iklan (Gramedia)

Beredar di Toko Buku GRAMEDIA seluruh Indonesia tanggal 19 Mei 2011. Catat tanggalnya sebelum kehabisan (update terbaru akan km infokn melalui fb dan twitter)…

Anda dapat membeli secara online dengan discount khusus 14% sebelum tanggal 18 Mei 2011. Kami merekomendasikan untuk membeli dalam jumlah banyak (10-100) karena akan meminimkan cost/biaya pengiriman.

Bagi sahabat-sahabat, organisasi, kampus, lembaga pendidikan, perusahaan, instansi, dll yang ingin membedah buku ini dan membeli dalam jumlah besar, kami juga mempersilahkan untuk membeli secara online karena akan mendapat discount khusus 14% sebelum tanggal 18 Mei 2011 dan buku akan langsung dikirim ketempat, yg menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Silahkan menuju kesalah satu link Toko Buku Online Gramedia dibawah in:

http://www.gramediashop.com/book/detail/9786020002071/

http://www.kutukutubuku.com/2008/open/21460/revolusi_pasang_iklan

SEMINAR, TRAINING & BEDAH BUKU

Roadshow Training dan Bedah Buku TER-DAHSYAT
DI SELURUH INDONESIA  Tahun 2011.

DIPERSEMBAHKAN SECARA KHUSUS UNTUK BANGSA INDONESIA.
Sebagai Wujud dari GERAKAN WIRAUSAHA NASIONAL
yang telah dimulai pada tanggal 2 Februari 2011 dan dideklarasikan oleh:
Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan
di Gedung SMESCO Pusat, Jakarta

POINT UTAMA dari buku Revolusi Pasang Iklan yang menjadi seri dari buku Revolusi Internet Marketing ini adalah: Untuk menjadi seorang Pengusaha atau Entrepreneur Muda, yang terpenting bukanlah MODAL atau UANG. Strategi dan Trik itu akan diungkap secara terbuka, jelas dan lengkap dalam buku ini.

SEMINAR, TRAINING & BEDAH BUKU

Dengan pengalaman kami menjadi Pembicara dan Trainer internet marketing selama lebih dari 3 tahun menjadikan kami sebagai salah satu pembicara entrepreneurship dan internet marketing yg paling dinanti-nantikan oleh mahasiswa dan masyarakat Indonesia secara umum.

Hingga saat ini kami telah diundang oleh berbagai event organizer(EO), perusahaan swasta, BUMN, organisasi, hingga universitas ternama dan bergengsi di Indonesia untuk membawakan beberapa topik tentang entrepreneurship dan internet marketing.

Kami sangat senang bekerjasama dengan EO, perusahaan, instansi, lembaga pendidikan, organisasi, dll yang ingin mengundang kami dalam acara seminar, training, atau bedah buku.

Kami ingin BERBAGI. membagi ilmu, pengetahuan, pengalaman, semangat dan rahasia-rahasia SUKSES menjadi Entrepreneur untuk banyak orang di Indonesia dengan latar belakang apapun. Karena itu, kami ingin seminar, training atau pelatihan kami terjangkau untuk sebagian besar masyarakat Indonesia.

Investasi untuk mengundang kami, menyesuaikan dengan topik dan pihak yang mengundang. Namun kami pastikan biayanya terjangkau dan saling menguntungkan. Secara umum, biaya investasinya mulai dari Rp: 2.000.000, selain biaya transportasi dan akomodasi. Dengan catatan 100% Money Back Guarantee jika tidak bermanfaat.

.
.
.

Untuk kepentingan diatas dapat menghubungi:
Telkomsel : 081 336 237 001
Indosat : 0858 1594 2794
Xl : 0878 5798 9498

Atau Anda ingin PESAN dan BELI langsung kepada PENULISNYA?

KLIK DISINI!

Entrepreneur Muda WAJIB Baca Ini!

Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Tempo/Mazmur A Sembiring

Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Tempo/Mazmur A Sembiring

Salah satu pengusaha muda paling kaya di Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno bercerita soal jatuh bangun membangun usaha dan pendapatnya mengenai peluang usaha yang masih terbuka di Indonesia. Ditemui Yahoo! Indonesia di kantornya di Jakarta Selatan, Sandiaga mengaku sempat mendapatkan cobaan yang membuatnya berpikir untuk menyerah.

T: Apa kesibukan Anda sekarang?

J: Aku fokus di Kadin, tapi tahun ini lebih banyak ke pengembangan bisnis. Banyak waktuku habis di Saratoga tapi di Recapital juga masih menduduki jabatan. Juga sebagai komisaris di beberapa anak usaha, ikut membantu tapi nggak day to day, hanya big picture dan strategy, dan memantau sebagai pemegang saham.

T: Anda kan terpilih sebagai salah satu orang terkaya dan termuda di Indonesia versi majalah Forbes, bagaimana sih kisah suksesnya?

J: Memulai usaha itu, hampir semua orang termasuk saya tak pernah terpikir bahwa 10 atau 14 tahun ke depan akan mencapai pencapaian seperti ini. Bagi saya bisnis itu adalah survival mode. Betul-betul terpaksa karena di-PHK. Ada krisis tahun 1997-1998 yang memaksa banyak perusahaan melakukan PHK dan saya salah satunya. Tapi itu ternyata membuka satu peluang di tengah-tengah krisis tersebut. Kalau dilihat potretnya sekarang memang sukses tapi ketika dilihat sejarahnya, banyak jatuh bangun. Ini yang saya alami, kesulitan membangun usaha sangat terasa dalam tahun-tahun pertama sampai tiga tahun pertama.

T: Apa perubahan yang terbesar dari karyawan menjadi pengusaha?

J: Sebagai pengusaha, kita harus mengubah paradigma dari seorang karyawan yang biasanya– walaupun memberi yang terbaik– pada akhir bulan sudah dijamin dengan segala tunjangan dan gaji yang bakal ada di rekening koran. Itu membentuk sifat karyawan yang tidak suka mengambil risiko. Seorang pengusaha jatuh bangun karena bisnis penuh risiko. Kami melihat bagaimana tanggung jawab membesarkan perusahaan dan menciptakan lapangan kerja itu tidak mudah. (Baca juga: Rahasia Sikap Mental Pengusaha)

Pada tahun-tahun pertama itu –Recapital maupun Saratoga– saya mengalami susahnya menjalin usaha. Sulitnya mendapatkan kepercayaan dari klien dan investor. Ada suatu periode yang cukup lama, enam bulan kami sama sekali tidak mendapat order. Sampai terpikir apakah benar langkah kami menjadi pengusaha? Apakah memang mental kami lebih cocok jadi karyawan?

Tapi dengan kerja keras dan pantang menyerah, alhamdulillah. Itu nasihat orang tua selalu, ketika kita kerja keras tanpa pamrih dan ikhlas, rejeki yang akan menghampiri. Itu yang kami percaya terus.

Walaupun awalnya kami susah, jatuh bangun, hampir beberapa kali tak bisa bayar gaji pegawai. Kami jalani terus dan alhamdulillah sekarang sudah bisa membiayai 2 grup, Recapital dan Saratoga. Kami sekarang punya pondasi yang kuat dan bisa memberikan pekerjaan kepada 20 ribu karyawan.

T: Apa titik balik dari saat jatuh bangun tersebut menjadi usaha yang pondasinya kuat?

J: Titik baliknya saya rasa sekitar 4-5 tahun setelah mulai menapak jadi pengusaha. Saya melihat bahwa ternyata kalau kita berikan 100 persen dan full comitment terhadap usaha hasilnya akan baik. Para pelanggan, klien, nasabah maupun investor yang mempercayai kami untuk mengelola dana maupun perusahaan yang kami beri advice untuk melakukan restrukturisasi bisa memberikan kepercayaan.

Melihat sosok pengusaha muda, rupanya mereka tidak serta merta menilai pengusaha muda minim pengalaman. Ternyata mereka akan memberikan kepercayaan kalau pengusaha mudanya bisa menyerap begitu banyak pengalaman, bisa menghasilkan solusi dari permasalahan keuangan dan bisnis yang mereka hadapi.

T: Apakah Anda sempat berpikir untuk menyerah?

J: Tahun ketiga itu memang sempat terpikir untuk meneruskan atau mundur. Waktu itu sedang susah-susahnya melihat ada klien yang tak bayar tagihan, susah memotivasi karyawan. Ada seribu pertanyaan di kepala kami, teruskan atau mundur.

Di situlah keteguhan dan loyalitas entrepreneur diuji. Apakah dia loyal terhadap tujuan menjadi entrepreneur. Tujuan saya waktu itu adalah sukses dan memberi manfaat yang lebih untuk sekitar dengan menciptakan lapangan kerja. Kalau kita fokus dan loyal di tujuan kita, insya allah kita akan mendapatkan titik balik di tujuan tersebut.

T:  Saat Anda dipecat tahun 1997, apa ketakutan terbesar saat itu?

J:  Waktu itu saya baru punya keluarga. Saya berpikir bagaimana kasih makan anak saya. Anak saya waktu itu baru berumur beberapa bulan. Saya sudah dibiasakan selama 8 tahun bekerja dan menerima income rutin dan nggak pusing terhadap uang belanjaan. Tiba-tiba saya mendapati kenyataan ini. Dunia betul betul gelap, pekat. Seperti nggak ada solusi.Akhirnya saya putuskan,survival insting saja, kembali ke Indonesia. Saya kembali ke rumah orang tua, karena rumah saya ludes. Harta saya habis dijaminkan ke bank untuk investasi di pasar saham. Waktu itu semua saham kan jebol.

Saya putus asa, tak percaya diri, teman-teman saya memandang saya lain. Di kultur kita kegagalan dianggap sebagai akhir dari segalanya. Padahal di dunia entrepreneur, kegagalan adalah akhir dari suatu chapter yang baru. Chapter yang akan dimulai adalah dimana seseorang bisa belajar dari kegagalan dan menjadikannya sebagai anak tangga menuju kesuksesan.

T: Siapa yang paling berjasa dalam momen kebangkitan Anda?

J:  Keluarga pastinya. Momen kebangkitan ini kalau saya nggak punya istri dan orang tua yang memberi kesempatan dan memberi dukungan, doa. Saya beruntung ketemu teman SMA saya Rosan (Rosan Perkasa Roeslani, Direktur Utama PT Recapital Advisors) dan kami memulai Recapital. Saya juga beruntung dipertemukan lagi dengan pak Edwin Suryajaya yang sudah saya kenal 5 tahun sebelumnya. Kami mulai menata bisnis apa yang menurut saya akan bisa berkembang. Bisnis yang bukan hanya survival tapi juga usaha yang akan memberi penghidupan pada orang banyak. Saya selain berhutang budi kepada ibu saya juga pada pak William Suryajaya yang memberikan mentorship selama 2 tahun intensif, tentang bagaimana pengusaha tidak hanya mencari keuntungan tapi juga menjadi aset bangsa, saya belajar banyak soal itu.

T: Apakah peluang industri ekstraktif di Indonesia masih terbuka?

J: Masih terbuka luas, lihat saja kita nomor satu pengekspor batubara thermal di dunia, emas mungkin nomor dua. Kakao kita nomor dua, kelapa sawit nomor satu, tembaga juga sangat potensial. Semua sumber mineral penting yang akan dipakai oleh produk industri dapat ditemui di Indonesia, semua itu belum digarap. Jadi peluangnya masih terbuka lebar. Tapi saya ingin mengajak pengusaha yang bergerak di bidang sumber daya alam untuk melihat bagaimana meng-capture nilai tambahnya di Indonesia. Selain memberikan pajak lebih besar, tapi juga memberi yang lebih besar kepada rakyat.

T: Kemiskinan di Indonesia masih tinggi, bagaimana cara mengatasinya?

J:  Kemiskinan hanya bisa disolusikan dengan memberdayakan rakyat yang masih on the bottom of the pyramids, mereka dengan pendapatan di bawah 2 dolar sehari. Bagaimana memberdayakan mereka? Dengan memberikan peluang. Bagaimana berikan peluang? Menurut saya masalah kelompok bottom of the pyramids adalah peluang. Kita harus bisa menghadirkan peluang dalam bentuk akses pada microfinance. Tiba-tiba teman-teman di bottom of the pyramids ini punya alat untuk menangkap peluang tersebut.

Makanya kita sebut sekarang lebih dari 42 juta unit usaha mikro kecil menegah yang telah lahir di Indonesia. 60 persen pendapatan domestik bruto disumbang UMKM, yang disebut bottom itu. Nah dengan memberi microfinance maka tiba-tiba hadir semua peluang pada mereka. Di situ adalah cikal bakal mereka melahirkan suatu usaha yang bisa mengangkat harkat martabat mereka dan menaikkan derajat mereka dari bottom of the pyramids ke kelas menengah.

T: Kuncinya wiraswasta?

J: Kuncinya entrepreneurship. dan ini saya sudah bicara di kampus, SMA-SMA. Think like an entrepreneur. memang nggak semua orang harus jadi entrepreneur, tapi berpikirlah sebagai seorang wirausaha untuk mengatasi berbagai masalah dalam keseharian kita. Bagaimana kita melihat peluang yang terus ada di balik setiap krisis. Bagaimana kita menghadapi hidup dengan penuh komitmen dan tak mudah putus asa. itu kan sifat-sifat dari seorang pengusaha.

Kalau punya kemampuan hadirkan pola pikir itu kepada akademisi, birokrat, pegawai pemerintah, pegawai swasta, maka akan terbentuk culture kewirausahaan, maka inovasi bangsa akan meningkat dan perekonomian pada ujungnya akan menghasilkan nilai growth rate yang lebih tinggi untuk bangsa tersebut. Indonesia hanya punya 0,18 persen populasi yang menjadi enterpreneur, kalau tak salah kurang dari 500 ribu. Tugas kita untuk pada 2020 mencetak setidaknya 5 juta entrepreneur yang sanggup mengisi pembangunan dan menciptakan lapangan kerja.

T: Jika masyarakat sudah menjadi entrepreneur dan sejahtera, lalu di mana peran pemerintah?

J: Pemerintah posisinya tak seperti zaman sebelum krisis, di mana ada keterbatasan sumber daya, keterbatasan dana. Tugas pemerintah adalah menghadirkan iklim dunia usaha yang paling kondusif di mana perizinan dipermudah, anak-anak muda yang punya ide dalam hitungan 3 hari dapat meregistrasi ide tersebut dan memulai usahanya atau mendirikan perusahaannya. Kalau mendirikan perusahaan sudah dibuat begitu mudah, juga bagaimana memberikan akses permodalan yang paling baik terhadap perusahaan-perusahaan ini.

Terakhir kemampuan pengusaha untuk berinovasi, bagaimana human capacity pengusaha ini. Kalau tiga aspek ini bisa diberikan, pemerintah tak perlu terlalu repot memberi budget besar pada setiap sektor usaha. Cukup diberi insentif, cukup diberi iklim yang sangat ramah terhadap kegiatan dunia usaha, akan tumbuh dengan sendirinya.

T: Apa masalah terbesar pemerintah dalam memberi iklim yang kondusif buat dunia usaha?

J: Pemerintah juga harus menyelesaikan masalah infrastruktur yang dihadapi karena indonesia adalah negara yang infrastrukturnya sangat lemah. Mengirim barang dari Surabaya ke Jakarta lebih mahal daripada dari Surabaya ke Hongkong, padahal jaraknya sangat berbeda. Tapi karena infrastruktur lemah ini menggerus daya saing dunia usaha. Saya yakin kalau pengusaha bahu membahu dan pemerintah maka ekonomi kita bisa tumbuh 8-10 persen dan indonesia bisa menjadi bukan hanya Macan Asia tapi juara dunia dan ada beberapa pandangan bahwa Indonesia akan jadi ekonomi terbesar di Asia tahun 2050

Entrepreneur Muda, Mega Entrepreneur dan Social Entrepreneur

Kegairahan kita untuk menciptakan pengusaha baru, terutama yang bisnisnya sudah mapan, memang sudah mulai tampak sekarang ini. Hanya saja, menurut saya, hal itu sebaiknya harus digalakan lagi.

Dan itu sebagai salah satu pertanda, bahwa sesungguhnya pengusaha kita tidak sekedar antusias dalam memajukan bisnisnya, tapi juga mempunyai tanggung jawab sosial yang tinggi. Sosok pengusaha seperti inilah, pantas kita sebut sebagai Mega Entrepreneur.

Saya sendiri mengakui bahwa pola pikir pengusaha kita yang setiap harinya terbiasa berotak bisnis, lantas juga hrus memiliki jiwa sosial, itu bukanlah tugas ringan. Setidaknya, jika kita sadar betul, bahwa sesungguhnya ikut memikirkan atau munculnya pengusaha baru, sama pentingnya dengan upaya memajukan bisnis kita. Maka dari itu tak ada salahnya kita melakukannya.

Saya optimis, kehadiran pengusaha baru di dunia usaha kita, akan menambah kegairahan dunia usaha kita. Dan, tak mustahil pengusaha baru itu pun nantinya akan menciptakan pengusaha baru lagi. Sehingga, kehadiran Mega Entrepreneur tidak hanya skedar menciptakan lapangan kerja tetapi juga menciptakan pengusaha baru. Langkah Mega Entrepreneur seperti itu pada akhirnya juga akan berdampak pada tumbuhnya perekonomian kita yang lebih baik.

Karena itu, mengapa saya berani mengatakan bahwa sosok Mega Entrepreneur itu sesungguhnya adalah sosok pengusaha yang benar-benar memiliki tugas mulia. Maka tak ada salahnya bagi kita untuk berbuat seperti Mega Entrepreneur.

Sebenarnya menurut saya, sudah banyak pengusaha kita telah mempunyai kesadaran untuk membimbing karyawannya, managernya, saudarnya, atau relasinya untuk dijadikan pengusaha. Dalam hal ini, pengusaha membimbingnya dan merangkap menjadi mentor-nya. Cara lain misalnya pengusaha bisa memberikan franchise atau menjual merek pada orang lain.

Saya yakin dengan hal tersebut, dunia usaha kita akan bergairah, jika kita memiliki Mega Entrepreneur. Selain itu hal tersebut juga akan makin menumbuhkembangkan perekonomian kita. Kalaupun pengusaha baru yang kita ciptakan itu misalnya, ternyata usahanya melebihi usaha kita, semestinya kita harus bangga dan bersyukur. Sebab pada dasarnya kehadiran pengusaha itu masing-masing telah membawa rezekinya sendiri-sendiri.

Entrepreneur muda nyontek = Kreatif!

Cerita dari Pak Purdi E Chandra, Pelopor berdirinya EU…

Apa boleh kita menyontek bisnis atau kesuksesan pengusaha lain? Saya kira dalam dunia usaha, itu sah-sah saja. Apalagi bagi kita yang baru belajar memulai usaha. Saya sendiri ketika pertama kali buka usaha sewaktu mahasiswa dulu, saya juga bingung mau usaha apa. Saya lihat, Sky Mulyono sukses besar buka bimbingan belajar di Jakarta. Saya pikir, kenapa saya tidak buka bimbingan belajar di Yogya.

Waktu itu saya belum punya pengalaman bisnis. Pokoknya saya buka saja. Saya tak pernah menghitung-hitung, apakah bisnis itu feasible atau tidak. Karena saya yakin kalau usaha Sky Mulyono bisa sukses, maka saya pun bisa sukses. Pendeknya saya memberanikan membuka usaha bimbingan belajar itu, baru hitungan bisnisnya menyusul. Bukan sebaliknya, kita banyak hitungan bisnis, tapi akhirnya usaha tak pernah muncul-muncul, dan hanya sekedar ide. Akhirnya saya buka bimbingan belajar Primagama. Begitu juga, ketika saya buka restoran Padang Prima Raja, saya juga meniru kesuksesan restoran Padang Sari Ratu di Jakarta.

Ini beda dengan tradisi sistem pendidikan kita di sekolah. Jadi yang namanya nyontek dilarang keras. Padahal, menurut saya orang nyontek itu kratif. Nyontek dalam bisnis itu sah-sah saja. Maka Bambang Rahmadi nyontek membuka McDonald-nya lewat franchise bisa sukses. Begitu juga pengusaha Pizza Hut, Kentucky Fried Chicken, dan masih banyak usaha lainnya.

Usaha mereka makin jadi besar juga bukan karena modal besar. Sebaliknya mereka sukses dari modal kecil. Memang tak sedikit tantangan atau kegagalan yang dialaminya. Tapi semuanya dilalui dengan sabar karena mereka ingin meraih sukses dalam usahanya.

Saya yakin, kita pun bisa demikian. Kalau orang lain maju usahanya, kita semestinya harus maju pula. Oleh karena itu menurut saya “Kita tak usah khawatir dengan resiko bisnis kalaupun itu muncul”. Hadapilah dengan sabar dan penuh percaya diri. Kita harus yakin pada usaha kita.

Memang benar apa yang pernah dikatakan Peter F. Drucker, bahwa, “ Sebenarnya tiap orang dapat belajar jadi entrepreneur sukses”. Sebab untuk jadi entrepreneur tidak ada yang misterius. Buktinya coba kalau kita jeli, sebenarnya peluang bisnis di depan mata kita, yang kita jalankan. Namun, memang akhirnya kembali pada kita. “Beranikah untuk mencoba peluang tersebut?”

Source: purdiechandra.net

Motivasi Untuk para Entrepreneur muda

Menjadi entrepreneur adalah sebuah pilihan. pilihan yang kadang kala memang tidak masuk akal namun bisa menimbulkan kecanduan bagi yang sudah merasa menguasai medanya dan tahu kira-kira rintangan apa yang bakal dihadapi semisal  ada seorang bankir (jabatan yang tinggi dalam sebuah Bank) beliau malah mengundurkan diri dari jabatanya dan memilih untuk mengikuti training di salah satu negara di asia tenggara hanya untuk memperoleh lisensi sebuah restoran fastfood terkenal di negeri ini namun ternyata usaha beliau berbuah hasil malahan sekarang beliau malah memiliki jaringan restoran tersebut terbesar di indonesia (dikutip dari jangan mau seumur hidup jadi orang gajian hal.137) itulah yang namanya tantangan namun kata beliau dari 100 orang pengusaha baru 80% akan jatuh bangkrut karena “ignorance” Salah satu persyaratan yang penting untuk menjadi wirausaha yang sukses adalah “jiwa wirausaha” dan pantang menyerah toh misalkan takdir memberikan rasio yang sedemikian  maka tinggal kita memilih.. menjadi satu dari 80% yang gagal atau menjadi satu dari 20% yang berhasil. maka kita harus selalu istiqomah ga bisa di sini coba lagi… dan banyak-banyaklah diskusi dengan orang yang ahli di bidangnya. oke langsung saja saya tulis kumpulan kata kata mutiaranya

“everyting is possible with inspiration and hard working”
semuanya itu mungkin dengan sedikit inspirasi dan kerja keras

kekayaan adalah produk dari kapasitas pemikiran manusia

(amy Rand)

orang dengan ide baru adalah orang aneh sampai ide itu berhasil

(Mark Twain)

Berani merupakan modal awal dari para entrepreneur

Andai kita berani mencoba, dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti kegagalan tak pernah ada.

Berani merantau. keberanian merantau, membangun percaya diri dan kemandirian.

Berani gagal hanya orang yang berani gagal total akan meraih keberhasilan total.

Berani sukses. seberapa besar rejeki yang kita inginkan itu sama dengan seberapa besar kita berani mengambil risiko.

Berani Berbeda. siap siaplah jika diejek oleh teman-teman anda  karaena suatu saaat mereka akan mengerti dan menyesali perbuatan mereka.

Pengusaha swasta memainkan peran lebih besar dalam perekonomian dunia. Pengusaha kecil telah merampas multi miliaran dollar dari bisnis besar (John Naisbit)

Manfaatkan kepintaran orang lain

pengusaha itu bukan orang yang pintar,tetapi pintar cari orang pintar

ketika anda mempekerjakan orang yang lebih pintar daripada anda, maka anda membuktikan bahwa anda lebih pintar dari mereka. (R.H. Grand)

Jangan mau seumur hidup gajian

bagaimana jika suatu saat perusahan tempat anda bekerja menjadi bangkrut? siapakah yang akan menggaji anda?

naluri manusia selau berkata kurang apabila sudah menerima angka tertentu jika anda selalu merasa demikian jadilah pengusaha jangan pekerja.

Jadilah Pemimpin untuk diri anda sendiri

sebelum memimpin orang lain alangkah lebih baik jika kita mulai memimpin diri sendiri

merencanakan sendiri target sukses anda, mengarungi alam ide perwujudanya. rasakan’indahnya memperoleh dampak tetes keringan kreativitas anda bukan atas instruksi siapapun

Bekerja keras

kerja keras tentunya salah satu faktor untuk memperoleh kesuksesan kemudain didukung juga oleh ketekunan.

Fokus

pada jarak tertentu lensa cembung dapat membakar permukaan jika dikenakan cahaya matahari

tahukah anda, apa rahasia nomor satu sukses? prioritas. (Hellen Gurley brown)

Kreativitas tanpa henti

Kalau Anda berani tampil beda, berarti anda berjiwa entrepreneur.

Kemampuan kreatif itu terdistribusi hampir secara universal kepada seluruh umat manusia. Kreativitas bak sebuah mata air’jangan biartkan sumbernya mengering.Agar tetap mengalir, gali terus agar “mata air kreativitas” kita tetap mengalir. (raudsepp, peneliti dari princetow research Inc.)

Dapat menguasai Emosi

mengedepankan emosi dalam bisnis itu adalah mutlak.

semakin berkembang bisnis kita, maka semakin besar emosi yang diperlukan.

Emosi adalah sesuatu yang punya makna penting bagi perusahaan. Emosi adalah pengorganisasi yang hebatdalam bidang pikiran dan perbuatan. Dan meskipun demikian, emosi tidak dapat dipisahkan dari penalaran dan rasionalitas. (josh Hammond)

Source: curvatech.com

SAPUTRA, Entrepreneur Muda Indonesia di Majalah Islam Nasional (Sabili)

“Terus Semangat dan Bangkit”

Pernah merasakan jatuh bangun di dunia enterpreneurship, pemuda ini gak takut buat bangkit lagi lho. Malah pengalamannya yang tertatih-tatih membuatnya kuat dan terus mencoba berbagai kesempatan yang ada. Siapa sih yang lagi dibahas?

Yup, Rahmat Saputra. Seorang santri dan juga motivator yang dinobatkan sebagai Young Changemaker’s Indonesia (Ashoka) pada acara Asian Youth Preneurship Summit 2010 di Jakarta. Mau tahu lebih banyak tentang Rahmat? Yuk, ikuti bincang-bincangnya


1. Sejak kapan mulai tertarik menjadi motivator dan enterpreuner?dulu cita2 nya apa?

Saya tertarik menjadi entrepreneur dan motivator semenjak 3 tahun yg lalu.tepatnya ketika saya berada di bangku kuliah  (awal semester 3), waktu itu saya merasakan kehampaan dalam hidup. Saya merasa hidup saya tidak penting. Saya mulai menanyakan tentang arti kehidupan, Kenapa saya harus hidup?

Mulai dari itu saya mulai sering meninggalkan pondok dan kampus untuk mengikuti seminar/ training motivasi dan entrepreneruship. Meskipun tempatnya jauh dan biayanya mahal, saya tetap berusaha untuk dapat mengikutinya meskipun harus ngutang kesana-kemari.  Saya ingin mengetahui sesuatu yang baru. Itulah saat-saat saya mencari jati diri.

Di perlajanan, saya sering melihat pedagang asongan, pengamen, pengemis, dan banyak lagi modelnya. Jujur, saya sangat sedih. Hati saya menangis. Saya bertanya mengapa pemerintah tidak memperdulikan mereka? Yg lebih saya sedihkan karena saya tidak dapat berbuat apa-apa. Saya hanya  bisa memberikannya seribu atau dua ribu rupiah. Jika saya kebetulan memegang uang, saya bisa memberikannya hingga 10 ribu rupiah. Tapi itupun jarang.

Nah, kemudian saya berfikir, saya harus bisa melakukan sesuatu untuk bisa mengurangi orang-orang seperti mereka. Saya ingin membantu mereka dengan cara saya. Mulailah saya membangun usaha kecil-kecilan . memberikan motivasi dan training kepada teman-teman saya untuk selalu semangat dalam hidup, tidak putus asa dan jangan pernah menyerah dengan kehidupan seberat apapun itu.  Krn HIDUP kita tidak akan ada yg bisa mengubahnya selain diri kita sendiri! karena itu kita harus SEMANGAT SEMANGAT dan SEMANGAT! Sudah menjadi hukum alam bahwa kesuksesan akan berpihak pada mereka yang SEMANGAT dan BERANI berubah!
Cita-cita saya dulu seperti halnya kebanyakan anak-anak Indonesia. Selalu berubah-ubah. Ingin jadi polisi, dokter, pilot, dll… namun, karena faktor keuangan dan proses yg tidak tepat. Semua cita-cita itupun kandas. Menurut saya hal seperti itu bukanlah cita-cita, itu hanya khayalan. Cita-cita sebagian besar orang dimasa kecil tak lebih dari sekedar khayalan. Seperti anak kecil yg melihat film superman kemudian diapun ingin bisa terbang seperti superman. Bagi saya, yang disebut CITA-CITA harus jelas proses dan hasil akhir yang diinginkan.

2. Dulu pernah nyantri? santri kan biasanya berkutat dalam dunia keagamaan, nah bagaimana menurut mas?

ya. Saya pernah nyantri. Krn saya berasal dari ACEH yg keagamaannya sangat kuat, Jd setiap orang tua kebanyakan ingin anaknya mondok/nyantri. Dan itu saya rasakan manfaatnya sekarang.

Saya dapat menjaga diri dari perbuatan yg tidak baik, pergaulan bebas, narkoba, dls…

Ilmu agama saya jadikan sebagai basic/fondasi untuk kehidupan dunia dan akhirat. Krn siapapun tidak boleh lupa akan tuhannya. Meskipun keahlian kita dalam bidang bisinis, sains, technology, dls… namun kita harus tetap mempunyai basic agama yg kuat. Krn kita pasti kembali kepada Allah.

Bukan berarti seorang santri harus menjadi  ustadh atau kiai. Sama sekali tidak. Santri dapat menjadi apapun yg ia inginkan. Spt halnya SISWA pada umumnya. Ia dapat melanjutkan study di luar negeri, menjadi profesor, politikus, entreprenerus, dls.

Saya merekomendasikan setiap generasi muda  untuk nyantri agar ia dapat memahami ilmu agama dengan baik. Meskipun hanya 2/3 tahun. Saat ini, hanya pondok pesantrenlah yang mampu menjaga tradisi keagamaan dengan baik. tentu anda juga harus memilih pondok pesantren yang tepat. Karena masih ada sebagian kecil pondok pesantren yang kurang memperhatikan kualitas dan system pendidikannya. Jika anda benar-benar serius untuk menimba ilmu di pondok pesantren, saran saya lakukanlah survei terlebih dahulu dengan mengunjungi dan membandingkan beberapa pondok pesantren.

3. Bagaimana menggabung diri sebagai seorang enterpreuner, motivator dan seorang santri?

Sudah sya jelaskan diatas. Intinya saya jadikan kesantrian sy sebagai basic dalam hidup untuk selalu mengigat Allah untuk menjadi seorang muslim yang baik. Saya juga mengajak audiens  saya untuk berbuat demikian. Krn seorang entreprenerus sukses pasti  gemar berderma. Shedeqah, zakat, membantu sesama, dst.

Ilmu saya ketika menjadi santri, sangat membatu kesuksesan saya menjadi seorang entrepreneur dan motivator.

4. Banyak anggapan bahwa motivator pintar bicara karena tidak pernah mengalami kesusahan dan gagal dalam berbagai hal, bagaimana dengan mas?

itu tidak benar. Sebagian besar motivator sukses pasti mengalami pengalaman pahit dan kegagalan.  Termasuk saya. Saya mengalami kehampaan dalam hidup, fase yg sangat berbahaya bagi seorang remaja. Sebagian remaja sangat mudah terjerrmus dalam pergaulan bebas, free sex, narkoba, dalam masa ini.

Saya mengalami kegagalan serius pada usaha pertama saya. yg membuat saya tidak dapat bangkit lagi. Krn semua modal saya habis. dan itulah pertama kali saya memiliki HUTANG yg sangat besar jumlahny untuk ukuran ketika itu.

Saya pernah mengikut MLM, tertipu jutaan rupiah, dicaci maki dan dihujat karena menawarkan MLM pada orang lain yang setelah saya analisa secara mendetail MLM tersebut tergolong Money Game yg diharamkan dalam Islam. Saya merasa orang yang sangat hina dibumi ketika itu.

Dan banyak lagi…

5. Bagaimana bangkit dari keterpurukan?

saya bangkit karena saya INGIN bangkit! Saya ingin menjadi manusia yg sedikit BERARTI bagi orang lain.

Disinilah salah satu peran ilmu agama yg saya dapatkan ketika nyantri dulu. Saya yakin bahwa Allah pasti akan selalu menolong hambanya yang kesusahan. Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan hambanya yang mau berusaha, berjuang, bersabar dan tetap semangat untuk melakukan perubahan dalam hidup.

Memang tidak mudah, tp perlahan-lahan semangat saya bangkit. saya mulai sering membaca buku motivasi dan entrepreneruship. Mengikuti seminar, pelatihan dll… ketika itu semangat saya terus, terus, dan terus bangkit. saya mulai sadar betapa pentingnya MEMBACA BUKU dan MENDENGAR ORANG-ORANG SUKSES berbicara. Itulah yg membuat saya terus SEMANGAT menjalani kehidupan hingga saat ini. Ketika saya mulai down, kurang semangat atau bahkan hampir putus asa, saya ambil buku-buku motivasi  dan MEMBACAnya atau saya putar VIDEOnya di komputer.

Karena siapapun orangnya pasti mempunyai SEMANGAT yg pasang surut seperti air laut. Kadang stress, putus asa, dls.. Namun, orang yg sukses adalah orang yg mampu mengubah rasa putus asa itu menjadi semangat baru dengan cepat. Tidak sampai ia biarkan dirinya berlarut-larut dalam keputusasaan…

6. Siapa yang menginspirasi mas dalam menjalani hidup?

RASUL MUHAMMAD SAW, Sahabat Abu bakar RA, Ustman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf . BUKU-BUKU (orang sukses pasti senang membaca) , CD dan Video MOTIVASI. Saya juga belajar banyak tentang motivasi dan entrepreneruship dari Tung Desem Waringin, Purdi E Chandra, Riyald Kasali, dll…

7. Tujuan hidup anda sebagai enterpreuner, motivator dan seorang santri?

Memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada banyak orang (masyarakat), Agama, Bangsa dan Dunia. Itulah do’a yg selalu saya haturkan ketika selesai sholat.

8. Resolusi apa di tahun 2011?

Diantaranya:

1. Menerbitkan buku perdana untuk public yang insyaallah akan segera launching pada akhir bulan ini.

2. Mengembangkan dan memperluas jaringan bisnis yg bergerak dibidang TI, Business Service, Web Desain, Layanan SEO, Offline & Online Advertising, Pendidikan (course) dan Internet Marketing yg akan segera di FRANCHISEkan.

3. Menjadi Motivator, dan Pembicara Entrepreneuship tingkat Nasional. Agar saya dapat menginspirasi dan merubah hidup lebih banyak orang.

4. mengunjungi beberapa negara di belahan dunia manapun yang menjadi domisili TKI-TKI Indonesia agar saya dapat memotivasi, menginspirasi dan membantu mereka.

9. Pesan untuk Sahabat eL-Ka Sabili?

SEMANGAT!

Selalu berusaha untuk dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada banyak orang (masyarakat), Agama, Bangsa dan Dunia. Dengan cara apapun yang kita bisa!

Source: http://sabili.co.id/produk/el-ka-terbaru-no-13-th-xviii-terus-semangat-dan-bangkit

Yang ingin MENGUNDANG SAPUTRA sebagai PEMBICARA atau Bintang Tamu

dalam Acara Seminar, Talkshow, Training atau Workshop Entrepreneurship, Motivasi, dan INTERNET MARKETING dapat menghubungi via email: succesgo@gmail.com atau via

HP: 081 336 237 001.