Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC
February 14, 2010 by saputra
Filed under All Post, Kompetisi Nasional dan Internasional, Motivasi
Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC. Kompetisi inilah yang menginspirasikan saya untuk menulis artikel ini. Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC ini diadakan oleh Komunitas Kompas Muda dengan tema “Bangga Indonesia”. Semoga saya dapat memenangkan kompetisi ini. Amien…
INDONESIA BANGSA PENUH PESONA
Oleh:Rahmat Saputra Al-A*
Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-3(tiga) di dunia. Wilayahnya yang terdiri dari banyak pulau menjadikan Negara ini sebagai Negara kepulauan. Membentang dari Sabang hingga Merauke dengan 33 provinsi yang terancam akan terus bertambah, setelah beberapa provinsi menuntut pemekaran wilayah.
Indonesia tidak hanya kaya dengan Sumber Daya Alamnya(SDA), tapi juga kaya dengan kebudayaan daerah yang sampai sekarang belum banyak orang yang mengetahuinya. Keaneka-ragaman bahasa, cara hidup, cara berfikir, adat-istiadat, telah menjadi daya terik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk mengunjungi indonesia.
Ribuan tempat wisata tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Situs-situs peninggalan sejarah masih tegak berdiri melambangkan bahwa mansyarakat di kepulauan ini pernah jaya. Memberikan semangat kepada generasi-generasi penerus bangsa untuk terus berjaya.
Kemegahan kerajaan Majapahit masih bisa kita saksikan sampai saat ini di pulau Jawa. Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Perlak di Aceh, dan berbagai kerajaan lainnya masih menyisakan bukti pada kita dan dunia bahwa mereka pernah ada.
Dengan kejayaan masa lalu yang begitu cemerlang, sumber daya alam yang tersebar merata, tempat-tempat dengan daya tarik yang sangat eksotis, banyak pengamat yang yakin 50 tahun setelah merdeka rakyat Indonesia akan makmur sentosa. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, keamanan,dls. Namun telah lebih dari 50 tahun, keyakinan itu tidak terlihat kebenarannya. Tidak tampak adanya kemakmuran dan kebahagiaan di mata penduduk negeri Khatulistiwa ini.
Kemiskinan merajalela. Banyak rakyat jelata yang hidup sengsara. Kekerasan terjadi di mana-mana. Korupsi telah menjadi budaya baru di negeri beradab ini. Pendidikan manyarakat telah mengarah kepada sistem pendidikan rusak-rusakan. Mulai dari siswa hingga gurunya. Tindak kriminal setiap hari menghias layar kaca dan telah menjadi tontonan yang sangat biasa. Moral bangsa tergadai di Eropa. Mencoba meniru aktor film biru, dengan teganya sang kakek mengencani putri tetangganya. Ah sungguh luar biasa… Indonesia memang telah berjaya. Berjaya membuat rakyat miskin menderita, berjaya mengkader pemimpin-pemimpin koruptor, dan berjaya merusak moral bangsa.
Yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin. Bos-bos yang memiliki pabrik semakin kaya, sedangkan buruh-buruh yang menopang keberlangsungan pabrik mereka hanya di manfaatkan untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, tanpa meningkatkan kesejahteraannya. Mengapa mereka tidak memikirkan saudaranya yang juga manusia?. Sumber daya alam terus mereka kuras sedangkan manyarakat pribumi yang lebih pantas menerima kekayaan alam tersebut malah semakin sengsara. Mereka hanya bisa bermimpi untuk bahagia dan mereka hanya bisa menjadi buruh di negeri mereka sendiri. Naif memang!
Melihat fenomena-fenomena yang sangat memilukan hati itu, timbullah berbagai pertanyaan;
“Apa yang bisa dilakukan pemerintah Indonesia untuk memakmurkan rakyatnya?”
“Apa yang bisa kita lakukan menghadapi realita yang terjadi pada bangsa ini?” “Sumbangan apa yang bisa kita berikan untuk membantu rakyat negeri ini?”
“Apakah pemerintah dan para wakil rakyat itu memikirkan nasib kaum termarginalkan ini atau malah sibuk menguras harta negara, dan tebar pesona?”
Khusus untuk pertanyaan ke empat(4) lebih baik untuk tidak di cari jawabannya. Biarlah media masa yang masih menjaga independensi dan idealisme media mencari jawabannya. Beberapa tahun silam, ada Stasiun TV yang telah mempermalukan wakil rakyat karena telah menghabiskan uang rakyat seenaknya (korupsi). Tapi toh, mereka tidak pernah jera, malah bangga karena wajahnya memenuhi layar kaca.
Berangkat dari sebuah kesadaran berbangsa dan bernegara, membangun bangsa tidak hanya tugas pemerintah, tapi juga seluruh manyarakat Indonesia. Inilah yang sering kita lupakan. Selama ini kita hanya bisa mengkritik pemerintah, tapi kita tidak pernah memikirkan solusinya. Kenapa? Karena kita merasa bahwa membangun negara dan menyejahterakan rakyat hanya tugas pemerintah.
Rasa aman akan tercapai jika kita semua mau bersikap tenggang rasa, menerima perbedaan, dan tidak membesar-besarkan masalah. Sebagian besar kekerasan yang terjadi di negeri ini timbul dari masalah-masalah yang pada mulanya sangat sepele, namun di besar-besarkan oleh meraka yang tidak bertanggung jawab. Perbedaan pandangan yang seharusnya dianggap hal yang wajar dan sah-sah saja, oleh sebagian kelompok di ubah menjadi pemicu konflik SARA.
Sebagai warga negara yang baik, sikap diatas harus di hindari. Negara yang beradab tidak akan terwujud jika warga negaranya tidak menjunjung tinggi norma-norma kebangsaan. Dengan menjadi warga negara yang baik, kita telah membantu membangun bangsa ini menjadi bangsa yang terhormat di mata dunia.
Disadari atau tidak sebuah negara tidak akan terbentuk tanpa adanya rakyat. Rakyat adalah aset negara yang sangat berharga. Karena itulah negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika sangat melindungi warga negaranya. Lihat saja, bagaimana pemerintah Amerika membela warga negaranya yang telah jelas-jelas terlibat dalam peredaran obat-obat terlarang di Indonesia. Sangat beda dengan pemerintahan Indonesia, mereka tidak ambil pusing ketika warga negaranya disiksa di negara Malasyia, dibunuh di negara Saudi Arabia, dst.
Disamping hal-hal diatas, kesejahteraan, kemakmuran, dan kemajuan bangsa ini akan tercapai jika kita bisa memanfaatkan dengan maksimal dua (2) faktor yang sampai saat ini masih terpuruk.
1. PENDIDIKAN
Salah satu faktor keterbelakangan SDM sebagian besar rakyat Indonesia adalah; kurangnya perhatian pemerintah terhadap sistem pendidikan. Memang banyak pakar pendidikan (di Indonesia khususnya) yang telah mengungkapkan ide-ide briliannya, namun kenyataanya, pendidikan di Indonesia tetap terbelakang.
Disamping fasilitas yang kurang memadai, kempetensi gurupun perlu dipertanyakan. terutama di sekolah-sekolah swasta. Sang guru telah gagal membuat suasana belajar yang nyaman. Maka tak heran jika sebagian besar siswa, sekolah hanya untuk mencari ijazah. bagaimanapun caranya. Standard nilai kelulusan yang terus naik setiap tahun tidaklah membuat pendidikan kita semakin berkualitas. Melainkan semakin tidak karu-karuan.
Jika pemerintah mencoba membuka matanya untuk melihat fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan, tentu merekapun akan memakluminya. Semakin tinggi standard kelulusan yang di terapkan pemerintah, semakin “gengsi” sekolah-sekolah untuk tidak meluluskan siswanya. Harga diri kepala sekolah, nama baik sekolah akan di pertaruhkan demi kelulusan siswanya. Karena itulah banyak terjadi manipulasi yang dilakukan sekolah untuk meluluskan siswanya. Bukan hanya itu, masih banyak faktor lain yang memaksa pihak sekolah untuk tidak jujur. Seperti: desakan dari orang tua murid yang tidak paham pendidikan, dampak psikologis siswa(stress, minder, bahkan bunuh diri) yang terjadi karena minimnya pendidikan agama di sekolah negeri, dan kurangnya tenaga pengajar(di daerah terpencil).
Karena tidak puas dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia, banyak pula generasi muda Indonesia yang melanjutkan studinya di luar negeri demi mendapatkan pendidikan yang lebih berkualitas. Ketika ilmuwan atau cendikiawan telah banyak bermunculan, mereka dibiarkan begitu saja. Tidak ada usaha dari pemerintah untuk memanfaatkan mereka untuk membangun bangsa. Dan tentunya mereka akan lebih memilih berdomisili di luar negeri dengan gaji berlimpah daripada menetap di negeri sendiri yang tidak memperdulikannya. Malang nian nasib bangsa ini. SDA Negara indonesia, Negara lain yang menikmatinya, dan SDMnya-pun negara lain yang memanfaatkannya. Sangat tepat jika ada pemimpin bangsa(pemerintah) yang mau membaca novel karya Andrea Hirata sebagai pembanding pendidikan di negeri kita dengan pendidikan di negeri mereka.
2. EKONOMI
Banyak pengamat ekonomi yang berpendapat bahwa “jika pemimpin-pemimpin Indonesia masih terus melakukan korupsi, rakyat miskin di Indonesia tidak akan pernah berkurang bahkan cenderung bertambah”. Mungkin kita dapat membayangkan, Seandainya seluruh uang hasil korupsi pejabat-pejabat Negara di kumpulkan, tidak perlu adanya kenaikan harga BBM. Uang tersebut telah lebih dari cukup untuk menyubsidi BBM.(terutama untuk rakyat kecil). Karena itulah, Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) sangat penting adanya. Pemerintah harus melindungi dan memfasilitasi anggota KPK dengan berbagai teknologi canggih dan perlindungan hukum agar tidak ada pejabat negara yang bisa bersembunyi darinya. Oleh karena itulah, Independensi lembaga ini mutlak di butuhkan.
Teknologi-teknologi canggih yang dipakai oleh badan Intelejen dalam menyelesaikan kasus yang mengancam negara sudah saatnya juga digunakan oleh KPK. Minimnya korupsi di negara-negara maju salah satunya disebabkan hukum yang tegas bagi koruptor dan canggihnya teknologi yang mereka miliki untuk mengawasi siapapun yang mereka anggap mencurigakan. Tidak ada salahnya jika KPK melakukan Studi banding ke lembaga-lembaga Intelejen semacam CIA, FBI, NRO, untuk melakukan transfer of knowledge and technologi.
Kemajuan di sektor ekonomi juga dapat di lakukan dengan memaksimalkan Sumber Daya Alam(SDA) negeri ini. Kita adalah negara kaya. Dan sampai saat inipun kita masih tetap kaya. Banyak tempat-tempat wisata alami di Indonesia yang dapat menarik wisatawan asing, namun karena tidak adanya pengelolaan yang baik dari pemerintah, sektor itupun terbengkalai. Tempat-tempat wisata alami mempunyai daya tarik tersendiri di mata wisatawan mancanegara(tourist), karena ke alamiannya. Mereka sudah bosan berwisata(berpetualang/berlibur) di tempat-tempat “buatan manusia”, seperti Disney land(sekalipun indah dan canggih). Hal itu bisa dibuktikan dengan ramainya turis internasional yang berkunjung ke Bali. Ledakan bom yang juga menewaskan sebagian wisatawan asing hanya membuat mereka trauma sebentar saja. Padahal banyak tempat-tempat wisata alami yang lebih bagus dari Bali seperti di pulau Sumatra. Potensi itulah yang harus di kembangkan untuk memajukan sektor ekonomi indonesia

APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN?
Sebagai warga negara yang cinta tanah airnya, sudah semestinya kita Bangga menjadi Warga Negara Indonesia. sudah sepatutnya kita menyumbangkan tenaga dan fikiran untuk kemajuan bangsa. Memajukan bangsa bukan hanya tugas para Profesor, Doktor, dan para pakar lainnya. Tapi juga tugas seluruh manyarakat Indonesia sesuai dengan kadar kemampuan dan keahlian yang kita miliki. Seorang Atlet yang telah menyumbangkan tenaga dan keahliannya untuk mengharumkan nama bangsa, ia juga telah membangun negara.
Seorang guru yang dengan gigihnya berusaha memberantas buta aksara, mencerdaskan anak bangsa, meskipun ia di gaji dengan sangat minim, jelas-jelas ia telah membangun negara. Seorang siswa di daerah terpencil yang berjuang keras untuk mendapatkan pendidikan dengan layak, belajar dengan fasilitas yang apa adanya, yang menggantungkan cita-cita setinggi bintang di langit meskipun cita-cita itu belum tentu terwujud, ia juga telah membantu kemajuan bangsa. Karena itulah, setiap warga negara dapat dikatakan “telah berjasa” membangun bangsa ini dengan memaksimalkan potensi(keahlian) yang ada pada dirinya.
Satu hal yang perlu selalu kita ingat, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Indonesia mempunyai banyak pahlawan yang telah berjasa membangun bangsa. Tanpa mereka, kita tidak akan pernah merasakan hidup seperti saat ini. Mereka telah menukar keringat dan darah untuk kemerdekaan Indonesia. Semangat itulah yang harus selalu tertanam pada generasi penerus bangsa. Jangan sampai kita mengecewakan mereka dengan melakukan sesuatu yang dapat merusak dan menghancurkan martabat bangsa. Jadilah Generasi yang dapat di banggakan Bangsa Indonesia.
Inilah pesan yang saya sampaikan Melalui Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC





Sahabat-sahabatku, Doa’ain ya… Semoga Aq bisa jadi The Winner
Semoga sukses Bro!
ng’ da komen laen pa ..?
Jangan lupa bagi-bagi hadiahnya…
Info bagus. kita harus bangga dengan bangsa indonesia…
Tentang artikel ini, Saya yakin artikel ini pasti akan terpilih sebagai salah satu pemenang!
Terimakasih Sahabat-sahabat semuanya…
Bagus Bos. Lanjutkan!
pertamax dulu gan
Semoga sukses bro..:D
:shakehand:
Berusaha dan Berdo’a…
Good luck Brother!
saya sependapat dengan anda…tugas kita juga adalah membangun bangsa ini
bukan hanya bisa protes aja
Selamat jadi juara….!
Thank’s…Tetep semagat untuk memajukan Bangsa…:)
uda jadi the winner kok, doanya terkabul kok. selamat ya!
tulisan yang sangat bagus dan menginspirasi.
mari sama-sama membangun tanah air yang kita cintai ini.
Waduh,,belum d update nie web nya…??
pastinya admin sedang jalan2 d Jakarta nie…
Selamat yagh,juara 1 kompetisi Web Kompas MuDA…
jangan berhenti berkreatifitas!!!
SELAMAT YAAAA!! sUDAH MENANG
salam dr SEMUA VOLUNTEER KOMPAS MUDA
-puput- Volunteer Muda Batch 1
congratsss y… menang euy web’a….
wahhhh sy mah klah jauh….hwhwhwhwhhw
selamat ya da jadi the winner..salutt
Terimakasih Teman-teman semuanya… semoga kita Bener2 dapat dibanggakan oleh bangsa indonesia
Thank’s Mas Bagas, Kapan2 main ke situbondo ya…
Artikel yang sangat bagus. Semoga artikel ini bisa menjadi virus bagi orang-orang yang membaca agar bisa bangga terhadap Indonesia. Aku juga ada tulis artikel ni tentang “Bangga Indonesia”. Mohon diberi saran dan kritik.. Trims.. ^^
http://www.davindy.com/main/index.php?option=com_content&view=article&id=115:bangga-atau-tidak-&catid=39:reflection&Itemid=70
hm…
km memang berlian sobat…
sukses yah dah dpt no 1 (one)
thx k-1, lam kenal sesama santri.. saalut 2 u’r artikel. selamat jd nQ.wahid.. aq bangga pux tmen yang peduli akan negeri qt santri kiFawaid lg but i don’t say loudly.. as voice as.. just thougt. moga smw santri dah m’baca karya u n tambah rajin belajar dengan semangat u untuk Indonesia dan Islam. receive my regard 2 all islamic student c’mon be serious study for islam n indonesia. “Hubbul wathon minal iman”. finally IKSASS Pamekasan harus lakukan itu….
Artikel yang sangat bagus. Semoga artikel ini bisa menjadi virus bagi orang-orang yang membaca agar bisa bangga terhadap Indonesia. Aku juga ada tulis artikel ni tentang “Bangga Indonesia”. Mohon diberi saran dan kritik.. Trims.. ^^
http://www.davindy.com/main/index.php?option=com_content&view=article&id=115:bangga-atau-tidak-&catid=39:reflection&Itemid=70
Terimakasih Teman-teman semuanya… semoga kita Bener2 dapat dibanggakan oleh bangsa indonesia
Bagus Bos. Lanjutkan!
thx k-1, lam kenal sesama santri.. saalut 2 u’r artikel. selamat jd nQ.wahid.. aq bangga pux tmen yang peduli akan negeri qt santri kiFawaid lg but i don’t say loudly.. as voice as.. just thougt. moga smw santri dah m’baca karya u n tambah rajin belajar dengan semangat u untuk Indonesia dan Islam. receive my regard 2 all islamic student c’mon be serious study for islam n indonesia. “Hubbul wathon minal iman”. finally IKSASS Pamekasan harus lakukan itu….
Terimakasih Teman-teman semuanya… semoga kita Bener2 dapat dibanggakan oleh bangsa indonesia