Internet Cerdas VS Cerita

March 18, 2010 by saputra  
Filed under All Post, Etika Bisnis

Lebih senang mana antara menggunakan internet dengan cerdas atau membaca cerita??? Tentu membaca cerita (kata paman google). dan cerita apakah yang paling sering kita baca? lihat saja gambar di bawah: (klik kanan->klik view image, untuk memperbesar gambar.

cerita

itu baru dari satu kata yang sangat sederhana”Cerita“. Bagaimana dengan kata-kata lain yang lebih mengarah???

MENCEGAH PENYALAH GUNAAN INTERNET

Mau tidak mau Kita harus menyadari karena sesungguhnya Teknologi Internet tak ubahnya seperti pedang. Ia bisa menolong orang yang menggunakannya, dan jika tidak hati-hati iapun juga bisa melukai sang empunya. Internet dapat merusak generasi bangsa, menjadi tempat terjadinya tindakan kriminal(cybercrime), kekerasan, pencurian, penipuan, dls. bahkan baru-baru ini di indonesia Internet telah menjadi lahan bisnis baru yang sangat menjanjikan bagi para penjudi. Faktor inilah yang menyebabkan Internet belum begitu melekat di hati manyarakat pedesaan. Jangan salahkan mereka, jika ada yang mengidentikkan warnet(warung Internet) sebagai tempat yang dapat merusak moral anak-anak mereka.. Hal itu di sebabkan karena mudahnya mengakses situs-situs porno. Sehingga, anak dibawah umurpun dapat melihatnya.

Tanggung jawab ada pada kita semua. Sebelum hal di atas benar-benar terjadi, kita harus mencegahnya.sebab, mencegah(tindakan preventif) akan lebih berhasil daripada mengobati. Sangat sulit untuk mengobati generasi bangsa yang telah rusak moralnya seperti yang telah terjadi di sebagian kota-kota besar di Indonesia. Dan jika hal itu juga terjadi di daerah-daerah lainnya maka selamanya Indonesia akan menjadi Negara terbelakang.

Kaum kapitalis memang sangat cerdas. Ia dapat meraih jutaan juta dolar dengan memanfaatkan “naluri hewani” yang secara otomatis terdapat pada manusia. Dan kita secara tidak sadar telah membantunya. Maka lihatlah! berdasarkan penelitian, sebagian besar remaja menghabiskan waktunya di depat Internet hanya untuk mengakses situs-situs dewasa. Pertamanya “coba-coba”, kemudian coba lagi, hingga akhirnya terus mencoba. Karenanya, Jangan heran jika banyak terjadi tindakan asusila yang dilakukan oleh remaja bahkan anak-anak. Psikologis remaja masih belum mampu untuk membendung naluri itu. Remaja yang sudah terbuai dengan naluri tersebut, akan sulit untuk kembali pada fitrahnya. Ia akan menghabiskan uang, waktu dan umurnya dengan sia-sia. Daya kreatif, nalar kritis, dan potensi-potensi yang ia miliki akan tertutup dan hilang jika ia tidak cepat menyadarinya. Hal itu adalah kecenderungan manusia. Dan jika sudah demikian, maka Internet tidak lagi membawa manfaat, tapi justru membawa mala petaka.

Kita adalah bangsa dengan budaya yang sangat berbeda dengan bangsa-bangsa Eropa. Jangan memaksakan kebudayaan(kebiasaan) tersebut untuk dapat berbaur dengan kebudayaan kita. Faktor alam, lingkungan, genetik, ideology, ras, sangat mempengaruhi kebudayaan suatu bangsa. Maka sebelum bangsa ini binasa, jangan kita tiru kebudayaan mereka. Kita harus bangga dengan kebudayaan yang kita miliki.
Suatu ketika, di saat penulis mengakses Internet di salah satu warnet di daerah jawa timur (jatim). Penulis melihat sebagian besar pengunjungnya adalah anak-anak SD. Ada rasa kagum kepada mereka, mengingat pemuda di desa saya sangat jarang yang memiliki keahlian tersebut.. Namun, kekaguman itu luntur dengan seketika, ketika saya mengetahui bahwa sebagian besar diantara anak-anak itu mengakses Internet untuk bermain game dan melihat gambar atau video yang sangat tidak pantas mereka saksikan. Dan yang lebih membuat penulis kecewa, tidak ada pemblokiran atau minimal teguran dari petugas warnet kepada anak-anak itu. “apa dia takut rugi? Atau memang itu adalah nilai lebih warnetnya?” pikir saya. Tapi yang jelas, manusia normal manapun yang mau melihat dengan mata hatinya pasti akan sedih dan kecewa melihat fenomena generasi Indonesia itu. Siapa yang bertanggung jawab atas semua fenomena ini??? Tidak mungkin kita mengandalkan pemerintah. Satu-satunya jawaban yang paling masuk akal adalah: kesadaran kita bersama.

dan sala satu langkah cerdas yang sangat di rekomendasikan untuk menyelamatkan generasi muda bangsa adalah dengan memanfaatkan DNS NAWALA di komputer anda. baik di komputer pribadi, kantor, warnet, dll.

DNS NAWALA adalah Layanan DNS Internet Gratis yang membantu anda menghindari akses ke situs Porno, Judi, Phising dan Malware.
Anda tinggal mengarahkan aturan DNS anda ke:
- 180.131.144.144
- 180.131.145.145

Semoga Bermanfaat!

Incoming search terms:

  • cerita

Baca Juga:

Comments

One Response to “Internet Cerdas VS Cerita”
  1. bOen says:

    Q coba g bisa bos..

    menanggapi artikelnyam memang masalah tidak henti2nya hinggap di negeri ini. belum teratasinya masalah mahalnya koneksi internet di negeri ini, masalah mentalitas generasi bangsa yang belum siap dalam penggunaan internet juga masih menjadi masalah besar. mari mulai dari diri kita dan orang-orang di sekitar kita, kita persiapkan mentalitas bangsa demi masa depan yang lebih baik

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!