Entrepreneur Muda WAJIB Baca Ini!
May 4, 2011 by saputra
Filed under All Post, Bisnis Cerdas, Inspire, Strategy Bisnis
Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Tempo/Mazmur A Sembiring
Salah satu pengusaha muda paling kaya di Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno bercerita soal jatuh bangun membangun usaha dan pendapatnya mengenai peluang usaha yang masih terbuka di Indonesia. Ditemui Yahoo! Indonesia di kantornya di Jakarta Selatan, Sandiaga mengaku sempat mendapatkan cobaan yang membuatnya berpikir untuk menyerah.
T: Apa kesibukan Anda sekarang?
J: Aku fokus di Kadin, tapi tahun ini lebih banyak ke pengembangan bisnis. Banyak waktuku habis di Saratoga tapi di Recapital juga masih menduduki jabatan. Juga sebagai komisaris di beberapa anak usaha, ikut membantu tapi nggak day to day, hanya big picture dan strategy, dan memantau sebagai pemegang saham.
T: Anda kan terpilih sebagai salah satu orang terkaya dan termuda di Indonesia versi majalah Forbes, bagaimana sih kisah suksesnya?
J: Memulai usaha itu, hampir semua orang termasuk saya tak pernah terpikir bahwa 10 atau 14 tahun ke depan akan mencapai pencapaian seperti ini. Bagi saya bisnis itu adalah survival mode. Betul-betul terpaksa karena di-PHK. Ada krisis tahun 1997-1998 yang memaksa banyak perusahaan melakukan PHK dan saya salah satunya. Tapi itu ternyata membuka satu peluang di tengah-tengah krisis tersebut. Kalau dilihat potretnya sekarang memang sukses tapi ketika dilihat sejarahnya, banyak jatuh bangun. Ini yang saya alami, kesulitan membangun usaha sangat terasa dalam tahun-tahun pertama sampai tiga tahun pertama.
T: Apa perubahan yang terbesar dari karyawan menjadi pengusaha?
J: Sebagai pengusaha, kita harus mengubah paradigma dari seorang karyawan yang biasanya– walaupun memberi yang terbaik– pada akhir bulan sudah dijamin dengan segala tunjangan dan gaji yang bakal ada di rekening koran. Itu membentuk sifat karyawan yang tidak suka mengambil risiko. Seorang pengusaha jatuh bangun karena bisnis penuh risiko. Kami melihat bagaimana tanggung jawab membesarkan perusahaan dan menciptakan lapangan kerja itu tidak mudah. (Baca juga: Rahasia Sikap Mental Pengusaha)
Pada tahun-tahun pertama itu –Recapital maupun Saratoga– saya mengalami susahnya menjalin usaha. Sulitnya mendapatkan kepercayaan dari klien dan investor. Ada suatu periode yang cukup lama, enam bulan kami sama sekali tidak mendapat order. Sampai terpikir apakah benar langkah kami menjadi pengusaha? Apakah memang mental kami lebih cocok jadi karyawan?
Tapi dengan kerja keras dan pantang menyerah, alhamdulillah. Itu nasihat orang tua selalu, ketika kita kerja keras tanpa pamrih dan ikhlas, rejeki yang akan menghampiri. Itu yang kami percaya terus.
Walaupun awalnya kami susah, jatuh bangun, hampir beberapa kali tak bisa bayar gaji pegawai. Kami jalani terus dan alhamdulillah sekarang sudah bisa membiayai 2 grup, Recapital dan Saratoga. Kami sekarang punya pondasi yang kuat dan bisa memberikan pekerjaan kepada 20 ribu karyawan.
T: Apa titik balik dari saat jatuh bangun tersebut menjadi usaha yang pondasinya kuat?
J: Titik baliknya saya rasa sekitar 4-5 tahun setelah mulai menapak jadi pengusaha. Saya melihat bahwa ternyata kalau kita berikan 100 persen dan full comitment terhadap usaha hasilnya akan baik. Para pelanggan, klien, nasabah maupun investor yang mempercayai kami untuk mengelola dana maupun perusahaan yang kami beri advice untuk melakukan restrukturisasi bisa memberikan kepercayaan.
Melihat sosok pengusaha muda, rupanya mereka tidak serta merta menilai pengusaha muda minim pengalaman. Ternyata mereka akan memberikan kepercayaan kalau pengusaha mudanya bisa menyerap begitu banyak pengalaman, bisa menghasilkan solusi dari permasalahan keuangan dan bisnis yang mereka hadapi.
T: Apakah Anda sempat berpikir untuk menyerah?
J: Tahun ketiga itu memang sempat terpikir untuk meneruskan atau mundur. Waktu itu sedang susah-susahnya melihat ada klien yang tak bayar tagihan, susah memotivasi karyawan. Ada seribu pertanyaan di kepala kami, teruskan atau mundur.
Di situlah keteguhan dan loyalitas entrepreneur diuji. Apakah dia loyal terhadap tujuan menjadi entrepreneur. Tujuan saya waktu itu adalah sukses dan memberi manfaat yang lebih untuk sekitar dengan menciptakan lapangan kerja. Kalau kita fokus dan loyal di tujuan kita, insya allah kita akan mendapatkan titik balik di tujuan tersebut.
T: Saat Anda dipecat tahun 1997, apa ketakutan terbesar saat itu?
J: Waktu itu saya baru punya keluarga. Saya berpikir bagaimana kasih makan anak saya. Anak saya waktu itu baru berumur beberapa bulan. Saya sudah dibiasakan selama 8 tahun bekerja dan menerima income rutin dan nggak pusing terhadap uang belanjaan. Tiba-tiba saya mendapati kenyataan ini. Dunia betul betul gelap, pekat. Seperti nggak ada solusi.Akhirnya saya putuskan,survival insting saja, kembali ke Indonesia. Saya kembali ke rumah orang tua, karena rumah saya ludes. Harta saya habis dijaminkan ke bank untuk investasi di pasar saham. Waktu itu semua saham kan jebol.
Saya putus asa, tak percaya diri, teman-teman saya memandang saya lain. Di kultur kita kegagalan dianggap sebagai akhir dari segalanya. Padahal di dunia entrepreneur, kegagalan adalah akhir dari suatu chapter yang baru. Chapter yang akan dimulai adalah dimana seseorang bisa belajar dari kegagalan dan menjadikannya sebagai anak tangga menuju kesuksesan.
T: Siapa yang paling berjasa dalam momen kebangkitan Anda?
J: Keluarga pastinya. Momen kebangkitan ini kalau saya nggak punya istri dan orang tua yang memberi kesempatan dan memberi dukungan, doa. Saya beruntung ketemu teman SMA saya Rosan (Rosan Perkasa Roeslani, Direktur Utama PT Recapital Advisors) dan kami memulai Recapital. Saya juga beruntung dipertemukan lagi dengan pak Edwin Suryajaya yang sudah saya kenal 5 tahun sebelumnya. Kami mulai menata bisnis apa yang menurut saya akan bisa berkembang. Bisnis yang bukan hanya survival tapi juga usaha yang akan memberi penghidupan pada orang banyak. Saya selain berhutang budi kepada ibu saya juga pada pak William Suryajaya yang memberikan mentorship selama 2 tahun intensif, tentang bagaimana pengusaha tidak hanya mencari keuntungan tapi juga menjadi aset bangsa, saya belajar banyak soal itu.
T: Apakah peluang industri ekstraktif di Indonesia masih terbuka?
J: Masih terbuka luas, lihat saja kita nomor satu pengekspor batubara thermal di dunia, emas mungkin nomor dua. Kakao kita nomor dua, kelapa sawit nomor satu, tembaga juga sangat potensial. Semua sumber mineral penting yang akan dipakai oleh produk industri dapat ditemui di Indonesia, semua itu belum digarap. Jadi peluangnya masih terbuka lebar. Tapi saya ingin mengajak pengusaha yang bergerak di bidang sumber daya alam untuk melihat bagaimana meng-capture nilai tambahnya di Indonesia. Selain memberikan pajak lebih besar, tapi juga memberi yang lebih besar kepada rakyat.
T: Kemiskinan di Indonesia masih tinggi, bagaimana cara mengatasinya?
J: Kemiskinan hanya bisa disolusikan dengan memberdayakan rakyat yang masih on the bottom of the pyramids, mereka dengan pendapatan di bawah 2 dolar sehari. Bagaimana memberdayakan mereka? Dengan memberikan peluang. Bagaimana berikan peluang? Menurut saya masalah kelompok bottom of the pyramids adalah peluang. Kita harus bisa menghadirkan peluang dalam bentuk akses pada microfinance. Tiba-tiba teman-teman di bottom of the pyramids ini punya alat untuk menangkap peluang tersebut.
Makanya kita sebut sekarang lebih dari 42 juta unit usaha mikro kecil menegah yang telah lahir di Indonesia. 60 persen pendapatan domestik bruto disumbang UMKM, yang disebut bottom itu. Nah dengan memberi microfinance maka tiba-tiba hadir semua peluang pada mereka. Di situ adalah cikal bakal mereka melahirkan suatu usaha yang bisa mengangkat harkat martabat mereka dan menaikkan derajat mereka dari bottom of the pyramids ke kelas menengah.
T: Kuncinya wiraswasta?
J: Kuncinya entrepreneurship. dan ini saya sudah bicara di kampus, SMA-SMA. Think like an entrepreneur. memang nggak semua orang harus jadi entrepreneur, tapi berpikirlah sebagai seorang wirausaha untuk mengatasi berbagai masalah dalam keseharian kita. Bagaimana kita melihat peluang yang terus ada di balik setiap krisis. Bagaimana kita menghadapi hidup dengan penuh komitmen dan tak mudah putus asa. itu kan sifat-sifat dari seorang pengusaha.
Kalau punya kemampuan hadirkan pola pikir itu kepada akademisi, birokrat, pegawai pemerintah, pegawai swasta, maka akan terbentuk culture kewirausahaan, maka inovasi bangsa akan meningkat dan perekonomian pada ujungnya akan menghasilkan nilai growth rate yang lebih tinggi untuk bangsa tersebut. Indonesia hanya punya 0,18 persen populasi yang menjadi enterpreneur, kalau tak salah kurang dari 500 ribu. Tugas kita untuk pada 2020 mencetak setidaknya 5 juta entrepreneur yang sanggup mengisi pembangunan dan menciptakan lapangan kerja.
T: Jika masyarakat sudah menjadi entrepreneur dan sejahtera, lalu di mana peran pemerintah?
J: Pemerintah posisinya tak seperti zaman sebelum krisis, di mana ada keterbatasan sumber daya, keterbatasan dana. Tugas pemerintah adalah menghadirkan iklim dunia usaha yang paling kondusif di mana perizinan dipermudah, anak-anak muda yang punya ide dalam hitungan 3 hari dapat meregistrasi ide tersebut dan memulai usahanya atau mendirikan perusahaannya. Kalau mendirikan perusahaan sudah dibuat begitu mudah, juga bagaimana memberikan akses permodalan yang paling baik terhadap perusahaan-perusahaan ini.
Terakhir kemampuan pengusaha untuk berinovasi, bagaimana human capacity pengusaha ini. Kalau tiga aspek ini bisa diberikan, pemerintah tak perlu terlalu repot memberi budget besar pada setiap sektor usaha. Cukup diberi insentif, cukup diberi iklim yang sangat ramah terhadap kegiatan dunia usaha, akan tumbuh dengan sendirinya.
T: Apa masalah terbesar pemerintah dalam memberi iklim yang kondusif buat dunia usaha?
J: Pemerintah juga harus menyelesaikan masalah infrastruktur yang dihadapi karena indonesia adalah negara yang infrastrukturnya sangat lemah. Mengirim barang dari Surabaya ke Jakarta lebih mahal daripada dari Surabaya ke Hongkong, padahal jaraknya sangat berbeda. Tapi karena infrastruktur lemah ini menggerus daya saing dunia usaha. Saya yakin kalau pengusaha bahu membahu dan pemerintah maka ekonomi kita bisa tumbuh 8-10 persen dan indonesia bisa menjadi bukan hanya Macan Asia tapi juara dunia dan ada beberapa pandangan bahwa Indonesia akan jadi ekonomi terbesar di Asia tahun 2050
Incoming search terms:
- interprener muda
- entrepenueur muda
- entrepreuner muda
- resume membentuk entrepreneur muda
- pantun pengusaha
- mengapa intrepreneur wajib
- memulai entrepreneur muda
- istri rosan perkasa roeslani
- bangsa indonesia wajib mandiri penuh percaya diri segalanya ada di bumi indonesia
- entreprener muda
Baca Juga:
Kalung Pendant. Sehat, Indah dan Cantik!
January 20, 2011 by saputra
Filed under Bisnis Cerdas, Strategy Bisnis
CALL. Telkomsel: 081 336 237 001, XL: 0878 5798 9498
.
- Tubuh menjadi lebih bertenaga
- Tubuh menjadi lebih segar
- Dapat mengurangi perlengketan darah karena kolesterol dan lemak
- Memperlancar peredaran darah
- Dapat mengurangi sakit pinggang atau perut saat menstruasi, dipakai diatas pusar
- Mengurangi sakit kepala, tempelkan pada dahi anda
- Membantu penyembuhan penyakit jantung, kalungkan pada leher anda
- Letakkan pada lemari es didekat anda menaruh sayur mayur atau buah maka buah dan sayur akan terjaga kesegaran lebih lama
- Masukan ke dalam gelas minum selama 5 menit dan minum airnya, maka struktur air yang anda minum akan berubah menjadi lebih halus dengan struktur hexagonal lebih sehat untuk sel tubuh kita
- Pakaikan pada anak kita yang hiperaktif maka benda ini akan menstimulir gelombang otak sehingga anak bisa lebih tenang
- Kalungkan saja untuk olahragawan akan sangat membantu memberikan tenaga extra tanpa dopping
- Jika anda sakit pada bagian tubuh cukup tempelkan di bagian yang sakit niscaya sakit akan berkurang bahkan hilang
- Taruh benda ini diakuarium warna ikan hias anda akan lebih bagus dan bercahaya air akuarium menjadi bersih lebih lama
- Anda yang hipertensi akan membantu mengontrol tekanan darah menjadi lebih baik
- Bekerja lebih fokus lebih tenang dan mengurangi stress
- Kalungkan pada anak anda belajar lebih fokus dan konsentrasi nya lebih tinggi
- Taruh benda ini didalam kotak rokok anda maka racun nikotin pada rokok yang anda hisap menjadi berkurang, dan rasa menjadi lebih hambar
- Dapat meningkatkan kekuatan, keseimbangan, konsentrasi, dan fokus. Quantum pendant diakui dapat meningkatkan fokus serta keseimbangan otak kiri dan kanan.
- Menurunkan tingkat peradangan.
- Meningkatkan anti penggumpalan sel.
- Membasmi virus dan bakteri.
- Memerangi dan mencegah sel kanker aktif.
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan endokrin
- Membantu melindungi DNA dari kerusakan.
- Meningkatkan penyerapan nutrisi.
- Menunda proses penuaan.
- Memperbaharui jaringan sel yang mati.
- Meningkatkan kandungan oksigen dalam darah dan detokfikasi.
- Mencegah gelombang elektromagnetik yang dapat mempengaruhi kesehatan, misal : radiasi HP.
- Mengurangi ketegangan sistem syaraf dan meningkatkan kekuatan fisik.
- Scalar Energy memiliki kemampuan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak menurut penelitian dari Max Planck Institute tahun 1950. Peneliti German, Andrija Puharich menemukan bahwa Scalar Energy bisa meningkatkan imunisasi dan endocrine sistem dalam tubuh. teknologi.
- Lemah Jantung (Weak Heart)
- Penyakit Kulit (Skin Diseases)
- Mudah Capek (Chronic Fatique Syndrome)
- Sakit Punggung ( Back Pain)
- Sakit Otot (Muscle Pain)
- Sakit Sendi (Joint Pain)
- Depresi (Depression)
- Athritis (Athritis)
- Rambut Rontok (Hair Loss)
- Encok/Sengal (Gout)
- KurangTenaga (Low Energy)
- Sakit Tulang (Skeletal Pain)
- Ketagihan Merokok (Cigarrette Addiction)
- Ketagihan Alcohol (Alcohol Addiction)
- Insomnia (Insomnia)
- Stroke (Stroke)
- Asma (Athma)
- Eszecma (Eszecma)
- Masalah Kesuburan (Fertility)
- Sinus (Sinus)
- Katarak (Cataract)
- Impotensi (Impotent)
- Kanker (Cancer)Prostat (Prostate)
READY STOK: PENDANT BIASA dan PENDAN NO: 19

Variasi-variasi PENDANT

































































Baca Juga:
Jadilah Diri Anda Sendiri!
January 14, 2011 by saputra
Filed under Bisnis Cerdas, Motivasi, Strategy Bisnis
Jangan Membandingkan Diri Dengan Orang Lain. Jadilah Diri Anda Sendiri!
Catatan pribadi saya di bawah ini merupakan salah satu jawaban untuk sharing di milis Money Magnet.
Membaca tulisan rekan-rekan, terutama Pak Johan dan Bu Yantie, saya teringat kisah perjalanan hidup saya sendiri. Dulu saya hanya bisa memandang para pembicara terkenal, pembicara publik dengan nama besar seperti Andrie Wongso, James Gwee, Krishnamurti, Andrew Ho, dll dengan takjub. Saya berpikir, “Apakah saya bisa menjadi seperti mereka?”
Saya yakin bisa. Namun saya, pada saat itu, merasa minder, merasa kecil, dan merasa tidak berdaya melihat dan silau dengan ketenaran dan nama besar mereka. Cukup lama saya diombang-ambingkan perasaan ini. Saya ingin menjadi pembicara publik dan penulis buku namun di segmen motivasi sudah ada para “sesepuh” yang jauh lebih terkenal, lebih pintar, lebih dahsyat, lebih segalanya daripada diri saya. Mereka sudah menempuh perjalanan panjang mencapai posisi mereka saat itu. Sedangkan saya, Adi W. Gunawan, tidak ada yang tahu. Tidak ada yang kenal. Mau jadi terkenal….. mimpi kali ye….
Lama saya merenung dan akhirnya saya sadar. Keputusan awal saya untuk menjadi pembicara publik dan penulis buku ternyata SALAH. Saya ingin menjadi terkenal. Ini bukanlah alasan yang tepat untuk menjadi pembicara. Ini menurut hati dan perasaan saya lho.
Saya lalu merenung dan mencari alasan yang lebih tepat. Akhirnya saya menemukannya. Saya ingin menjadi pembicara dan penulis buku BUKAN untuk menjadi terkenal tapi untuk bisaMENYENTUH HIDUP ORANG LAIN ke arah yang lebih baik.
Nah, dengan alasan ini hati dan pikiran saya damai. Namun tetap masih ada kebiasaan membandingkan diri saya dengan para sesepuh itu. Saya akhirnya memutuskan untuk berhenti membandingkan diri saya dengan mereka. Saya memutuskan untuk MENJADI DIRI SAYA YANG TERBAIK. Saya tahu ini butuh proses dan perjalanan panjang berliku harus saya tempuh.
Seperti yang dikatakan oleh Robert Frost: A Road diverged in a wood…And I… I took the one less travelled by… And that has made all the difference…..
Saat saya berhenti membandingkan diri saya, dan hanya fokus mengembangkan diri saya untuk menjadi diri saya yang terbaik maka semuanya menjadi mudah. Tidak mudah memang untuk mengembangkan diri karena sayapun punya begitu banyak mental block. Namun saya tetap fokus pada target yang telah ditetapkan. Akhirnya jadilah saya penulis buku dan pembicara.
Berikut hasil dari pikiran yang fokus, hati yang tenang, dan damai dalam bentuk karya buku:
Tahun 2003: Born to be a Genius dan Genius Learning Strategy. Tahun 2004: Saya tidak menulis karena sibuk kuliah S2.
Tahun 2005: Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?, Manage Your Mind for Success, dan Hypnosis: The Art of Subconscious Communication.
Tahun 2006: Becoming a Money Magnet, Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian, dan Hypnotherapy : The Art of Subconscious Restructuring
Tahun 2007: Cara Jenius Menguasai Tabel Perkalian, Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian 2, 5 Principles To Turn Your Dream Into Reality, dan The Secret of Mindset
Tahun 2008: Istirahat. Nggak nulis buku.
Kekuatan fokus sungguh luar biasa. Tahun 2007 adalah tahun yang sangat sibuk karena selain kuliah S3, saya harus PP Surabaya-Malang seminggu 3 x, saya juga sangat banyak memberikan seminar publik. Namun sesibuk ini saya tetap bisa menyelesaikan 4 buku. Bahkan buku TSOM yang masuk kategori Best Seller hanya saya tulis dalam waktu 2 bulan.
Saya bisa menulis dengan begitu cepat karena saya TIDAK MEMBANDINGKAN diri saya dengan teman-teman pembicara lainnya. Mereka punya kelebihan masing-masing. Saya juga punya kelebihan sendiri. Saya hanya fokus pada kekuatan diri saya dan tujuan yang ingin saya capai. Saya juga punya kelemahan dan kekurangan. Berbekal semangat dan upaya yang gigih saya berusaha, sedikit demi sedikit, mengatasi berbagai mental block saya dan membangun diri saya yang baru. Tak terasa saya telah berhasil menulis 12 buku hanya dalam waktu 5 tahun. Bisa anda bayangkan bila saya selalu membandingkan diri saya dengan yang lain? Pasti nggak akan bisa seproduktif ini.
Itu dulu. Sekarang, berbekal berbagai teknik pemberdayaan diri yang dengan susah payah saya pelajari, saya akhirnya bisa membantu diri sendiri dan orang lain untuk bisa mengatasi mental block mereka dengan sangat cepat dan efektif.
Untuk bisa maju, selain kita perlu menetapkan target yang jelas, yang sejalan dengan nilai hidup kita, maka kita perlu TERUS MENGEMBANGKAN diri. JANGAN JADI ORANG PLIN PLAN. Ada banyak tawaran dan peluang. Seringkali seseorang kehilangan fokus karena ia lupa pada target awalnya. Ia akan beralasan bahwa ia mengganti haluan karena “Yang baru” ini lebih sesuai dengan hatinya. Dibutuhkan FOKUS untuk bisa berhasil.
Saya pribadi, hingga saat ini sering “digoda” dengan begitu banyak tawaran yang menjanjikan “hasil” yang luar biasa besar dalam waktu yang singkat. Bila tawaran itu benar-benar menggiurkan dan “menggetarkan’ hati saya, maka saya harus jujur dan menggunakan Value sebagai keputusan akhir. Singkat cerita, walaupun ada begitu banyak “cobaan” saya memutuskan tetap fokus pada apa yang telah saya lakukan sekarang. Saya belajar dari seorang rekan yang tidak fokus dan akhirnya salah dalam melakukan Positioning. Akibatnya sangat fatal.
Dulu waktu saya membaca buku In Search of Your True Self karya Walter Staples, dikatakan bahwa bila kita fokus hanya pada satu hal saja, belajar sungguh-sungguh hanya mengenai hal itu saja, selama 5 tahun maka kita akan menjadi PAKAR di bidang ini. Saya telah membuktikan kebenaran pernyataan Walter Staples. Andapun bisa demikian.
Satu hal lagi. Passion saja TIDAK CUKUP untuk bisa membuat kita sukses. Dibutuhkan strategi yang jitu untuk bisa mengakselerasi pertumbuhan dan kemajuan kita.
Gunakan berbagai teknik pengembangan diri yang ada. Lakukan secara konsisten. Bila kita telah diprogram oleh lingkungan sekian tahun sehingga kita menjadi diri kita yang sekarang ini maka dibutuhkan waktu yang lama untuk memprogram ulang pikiran bawah sadar kita, bila dilakukan dengan cara biasa. Namun, dengan teknik tertentu maka perubahan bisa sangat cepat dilakukan.
Tahukah anda berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kesedihan atas meninggalnya orang yang kita cintai? Misalnya ada sepasang suami istri yang telah menikah selama 20 tahun. Nah, salah satunya meninggal. Berapa lama pasangannya bisa pulih dan kembali normal?
Dalam kondisi normal, rumusnya adalah ½ x usia pernikahan. Jadi dalam contoh di atas membutuhkan 10 tahun.
Namun dengan teknik tertentu kita bisa mengatasi kesedihan ini hanya dengan 1 atau 2 sesi saja @ 2 jam.
Jadi, pastikan diri anda terus belajar dan berkembang. Dukungan dari rekan-rekan di milis sungguh berharga dan gunakan ini dengan sungguh-sungguh.
Salut untuk Bu Yantie dan Pak Johan serta rekan-rekan lainnya yang terus bertumbuh, berkembang, dan menginspirasi rekan lainnya, termasuk saya.
BERSAMA KITA PASTI BISA…… (he..he.. ini bukan kampanye ya… )
Salam,
Adi
source: adiwgunawan.com








