I CAN

Pertempuran dan persaingan HIDUP tidak selalu dimenangi oleh orang yang lebih kuat, lebih cerdas dan lebih cepat. Namun Orang yang menang adalah orang yang berfikir bahwa IA BISA
Putra Indonesia
Baca Juga:
KONSOLIDASI PRESIDENT BEM SE-JATIM
Selamat berjumpa lagi Sahabat… 
Ma’af banget, udah hampir 1 minggu aku g’k nulis di di blog ini. Soalnya kemarin aku mengikuti seminar dan konsulidasi BEM se jawa-timur. Tapi sekarang aku akan Eksis lagi tuk menemani sahabat semua, para Entrepeneur muda.
Btw, Mau tau ceritanya g’k nih???
Aku rasa sahabat semua pasti mau tau. Karena Pembukaannya di hadiri oleh orang-orang penting di Provinsi Jatim, bahkan di Indonesia. Kalau kalian berdomisili di jawa timur, kalian pasti mengenal Saifullah Yusuf bukan? Ya, dialah wakil gubernur terpilih provinsi jawa timur. “Gus iful” begitu beliau di sapa. Sebelum bertemu dan berbincang-bincang dengan beliau aku merasa kalo beliau seperti politisi pada umumnya. Tapi ternyata perkiraanku melesat jauh.
Beliau orangnya ramah, berjiwa muda, senang bercanda, humoris, mengerti dengan lawan bicaranya, dan penuh semangat. Mungkin begitulah kesan pertamaku ketika bertemu dengan beliau. Kepada para president BEM dan Undangan, Beliau mengatakan dalam pidatonya;
Zaman saya dulu dan zaman anda sekarang telah jauh berbeda, bahkan Sangat berbeda. Jika di zaman saya dulu, untuk menjadi gubernur, pemimpin, tokoh, pengusaha sukses, itu sangat mudah, hanya dengan kemampuan rata-rata, kita bisa mendapatkannya. Karena memang masih jarang orang yang memiliki kemampuan standard di masa itu. Tapi di zaman anda sekarang, jika tidak sungguh-sungguh dan focus dalam belajar dan menentukan target, anda tidak akan menjadi apa-apa. Siapa yang cepat dia yang dapat. Saran saya, jika anda ingin menjadi politisi, mulai sekarang belajarlah ilmu politik dengan sungguh-sungguh. Jangan setengah-setengah! Karena anda tidak akan menjadi apa-apa jika setengah-setengah. Demikian juga yang ingin menjadi pengusaha sukses, mulai sekarang belajarlah agar anda menjadi pebisnis professional. Saya Serius”kata beliau dengan meyakinkan”. Tapi jika anda tidak percaya, ya tidak apa-apa” canda beliau sambil tertawa”.
Bukankah itu ide yang bagus???
Percaya atau tidak, ketika itu aku benar-benar menyesal, mengapa tidak dari dulu aku mendengar perkataan semacam itu.
Aku membayangkan andaikata aku serius mempelajari satu bidang ilmu dalam 5 tahun terakhir saja, aku yakin aku telah menjadi master di bidang itu. Ungkapan seperti itu juga pernah aku dengar dari salah satu pelatih tersukses no:1 di Indonesia, Tung desem waringin. karena itulah kawan, aku berkomitmen untuk menjadi Master Entrepreneur pada tahun ini untuk merealisasikan mimpiku selama 19 tahun terakhir. Entrepreneur yang aku maksud juga mencakup technopeneur, netpreneur,dst. Dan aku yakin sahabat semua juga memiliki target yang luar biasa pada tahun ini. Memang Semua itu sulit, tapi kita pasti BISA.
Seminar Nasional di STAIN kediri itu dihadiri oleh 3 Pembicara Profesional yang sudah tentu ahli di bidangnya. Beliau adalah Drs. Syamsul Widodo, MA selaku Ketua BAPPENAS. DR. Maftuhin, MA(Pengamat Politik), dan Bpk Maksum(Redaktur Jawa Pos). Penasehat President (Prof Subur) tidak bisa hadir dalam seminar itu di karenakan kesibukan beliau. Sebenarnya tema seminar ketika itu adalah “mengurai system politik multi partai dalam agenda pemilu 2009”. Akan tetapi para pembicara membahasnya dalam sudut pandang yang berbeda-beda.
Drs. Widodo, MA lebih memilih untuk menjelaskan hubungan antara wakil rakyat dengan pembangunan daerah. Status beliau sebagai ketua BAPPENAS di daerah tertingal membuat beliau paham betul bagaimana pembangunan-pembagunan di daerah-daerah yang ada di jawa timur. Beliau mengigatkan kepada para “President BEM” dan seluruh audien yang hadir pada seminar itu untuk jeli dan hati-hati dalam memilih wakil rakyat. Beliau juga membeberkan beberapa fakta memilukan seputar pembangunan di daerah-daerah yang ada di Negara Indonesia. “Di kota kediri ada simpang lima yang desainnya meniru salah satu bangunan di kota italia, di kota bojonegoro ada menara yang desainnya mirip menara eifel di paris. Yang pembangunannya menghabiskan APBD yang tidak sedikit. Padahal masih banyak bangunan-bangunan sekolah yang belum layak untuk di tempati, rakyat miskin yang masih membutuhkan uluran tangan pemerintah, pedagang kecil yang masih membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, dan masih banyak lagi. Seharusnya pemerintah mempertimbangkan hal itu sebelum membangun “BANGUNAN” yang balum tentu berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.” Ungkap beliau.
So, jangan lupa sahabat untuk berhati-hati dalam memilih wakil rakyat. Jangan hanya menyalahkan wakil rakyat ketika mereka melakukan penyimpangan-penyimpangan. Tapi, salahkan juga rakyatnya yang tidak cerdas dalam memilih. he..he..he.
Dr. Maftuhin lebih memilih untuk membahasnya dari sudut pandang filsafat. Diantara ungkapan beliau yang masih aku ingat adalah “Negara Indonesia dalam mengadopsi system politik terkesan setengah-setengah. Di katakan Mengikuti system politik Negara-negara barat, Tidak. Di katakan mengikuti system politik Negara-negara timur juga tidak.” Beliau juga menambahkan perlunya gagasan cerdas dari para Pengamat, Ilmuwan dan juga mahasiswa:) untuk menciptakan sebuah system yang cocok untuk diterapkan di Indonesia seperti gagasannya Aristoteles dan Plato yang Bukunya “Republikan” menjadi referensi wajib bagi mahasiswa-mahasiswa di Negara-negara Eropa dan Amerika .
Dr Maftuhin yang ternyata juga mengenal Ust. Nakhai(pakar fiqih Situbondo), Dr. Jalal dan K.Afifuddin Muhajjir itu, di akhir acara menitipkan pesan kepadaku agar menyampaikan salam kepada teman-teman lamanya di Kota Situbondo(Ust. Nakhai, Dr. Jalal, dan K. Afifuddin) yang merupakan Dosenku juga di Kampus Ibrahimy.
Pembicara yang ke tiga, “Bpk Maksum” menjelaskan, Banyaknya partai-partai sekarang ini tidak muncul begitu saja, ada berbagai faktor yang melatar belakangi timbulnya multi partai. Diantaranya adalah kekecewaan dari petinggi-petinggi di suatu partai. Karena dia tidak di pilih untuk mewakili partainya, akhirnya ia mendirikan partai sendiri, yang biasanya di sebut partai sempalan.
Beliau juga membahas peran media dalam system politik di indonesia. Sebagai Wartawan senior di jawapos beliau paham betul bagaimana sikap dan perilaku wakil rakyat di jawa timur khususnya kepada media. Bahkan sempet ada utusan dari salah satu walikota di jawa timur yang ingin menyuap beliau agar kasusnya tidak di muat di media. Sangat banyak informasi-informasi menarik yang jarang di ketahui oleh publik tapi di ungkap oleh beliau. Beliau juga tidak lupa tuk memberikan motivasi agar tetap menjadi pribadi yang tangguh dan selalu bersemangat.
Di akhir acara beliau sedikit membeberkan rahasia manajemen JawaPos kepada para audiens. Diantara 1000 orang yang mendaftar menjadi wartawan, yang mampu bertahan tidak lebih dari 30 saja. dan diantara 30 orang tersebut, tidak ada satupun yang dari jurusan Komunikasi, ataupun Jurnalistik. Mengapa??? Wah, pertanyaan ini kayaknya lebih pantas jika di jawab oleh mahasiswa jurusan komunikasi
Dan diantara 30 orang tersebut juga tidak ada yang Aktifis ataupun Mantan Aktifis. Mengapa???
Bukan berarti mereka bodoh, tapi mereka buruk ketika di pimpin. Mereka merasa bahwa Merekalah yang pantas memimpin. Sehingga mereka tidak bisa bekerja dalam Tim (tambah Bpk Maksum).
Emm, Kayaknya sampai disini dulu beritanya. Lain waktu, aku akan cerita lagi mengenai Para President BEM se-jawa timur yang melakukan Konsolidasi untuk Membantu menyelesaikan Problema-Problema Bangsa terutama di Provinsi JAWA-TIMUR. Penasarankan???
Tunggu aja tulisan aku berikutnya…
Incoming search terms:
- konsolidasi
- gambar konsolidasi
- meeting lagi
Baca Juga:
“MANAJEMEN”
April 1, 2009 by saputra
Filed under All Post, Bisnis Cerdas
Well Come Back Sahabat semua…
Bisnis Offline. Sebenarnya bisnis ini bukan sesuatu yang baru. Bisnis model ini telah ada Semenjak Peradaban manusia mulai terbentuk.
Maksudnya???
Bisnis Offline itu hanya istilah. Istilah Bisnis offline menjadi terkenal di sebabkan adanya System yang baru-baru ini menjadi trend tersendiri di dunia bisnis. Yaitu “BISNIS ONLINE”
Bisnis Offline mengacu pada semua bisnis yang tidak dijalankan dengan System Online. Seperti Pedagang kaki lima, pedagang toko kelontong, pedagang barang-barang elektronik, perusahaan-perusahan barang dan jasa, dll. Akan tetapi perusahaan-perusahan besar sekarang mulai memadukan antara konsep bisnis offline dan online. Karena ke dua system tersebut memiliki keunggulan masing-masing.
Tapi sekarang, kita hanya akan membahas Bisnis Offline.
Sebagai Member of Entrepreneur University, aku mempunyai semangat dan target yang sangat besar untuk membangun bisnis offlineku. Aku yakin, Semangat itu tidak kalah dengan semangatnya bill gates, azim premji, pendiri waltdisney atau pebisnis senior lainnya.
Beberapa bulan yang lalu, di saat aku memasuki semester ke tiga(3) jurusan komunikasi di kampusku, aku telah mulai membangun kerajaan bisnis. Aku memilih untuk mendirikan sebuah WARNET(warung internet) di deket kampusku. Karena aku menganggap ini adalah langkah awal untuk menggapai mimpiku selanjutnya.
Aku rasa sahabat-sahabat semua setuju dengan opiniku bahwa internet adalah sumber informasi, dan kita bisa belajar apapun dari internet, termasuk bagaimana membangun perusahaan berskala internasional
. yup, itulah salah satu Motivasiku untuk mendirikan Warung Internet.
Sekarang warnetku telah berusia lebih dari 5 bulan. Kalian tahu perubahan apa yang terjadi pada warnetku sekarang??? Tidak ada. Tidak ada perubahan.
Do you know why???
Sebenarnya warnetku termasuk salah satu warnet terbesar di kota Situbondo, dengan Omzet yang juga tidak bisa di bilang kecil. So, di mana letak kesalahannya???
Baiklah kawan, Akan aku ungkapkan rahasia terbesar kegagalanku yang jarang di ungkap oleh media manapun:) dan kesalahan ini juga terjadi pada 90% pebisnis pemula/ Entrepreneur Muda. “MANAJEMEN” Itulah Kunci kegagalanku dan pebisnis pemula lainnya.
Kita harus memenej(mengatur) bisnis seperti layaknya perusahaan-perusahaan besar. Terutama masalah Keuangan. Aku sering berkonsultasi seputar menajemen bisnis dengan Guru Menajemenku (Mr. Armoyo). Beliau mengatakan bahwa penyebab kegagalan usaha-usaha kecil Menengah adalah Manajemen keuangannya yang lemah. Seharusnya Keungan keluarga/individu dan Keuangan Perusahaan harus di bedakan. Jangan di campur-aduk. Agar kita tahu dengan detail berapa omzet kita pada bulan ini, berapa pengeluarannya, dan berapa laba bersihnya. Dengan begitu kita bisa memprediksi bagaimana Prospek bisnis kita kedepan.
Jika transaksi di sebuah perusahaan kecil tidak menggunakan prinsip-prinsip akuntansi, dan Business Owner(pemilik bisnis) bisa mengambil uang perusahaan kapanpun yang dia inginkan, maka cita-cita untuk mewujudkan perusahaan skala internasional menjadi tidak rilevan adanya alias mustahil.
Nah, buat sahabat-sahabatku Entrepreneur Muda Indonesia. Kayaknya g’k lucu banget deh kalau kesalahan tersebut terulang kembali. Karena kita Entrepreneur Tangguh, mulailah menerapkan Manejemen Keuangan dalam berBISNIS.
Incoming search terms:
- manajemen
- manajemen bisnis
- bisnis manajemen







